Friday 6 February 2026 - 05:50
Pelajaran dari Al-Qur'an | Mencegah Perpecahan dengan Memahami Larangan Mengejek dalam Al-Qur'an

Hawzah/ Dalam Surat Al-Hujurat ayat 11, Al-Qur'an secara tegas melarang ejekan terhadap berbagai kaum dan memperingatkan bahwa perilaku tercela ini mengganggu hubungan antarmanusia serta menghancurkan persatuan dan solidaritas umat Islam.

Berita Hawzah – Selama bulan suci Ramadhan, ikutilah serial kajian dari "Ayat-Ayat Pedoman Hidup", yang merupakan kumpulan ayat Al-Qur'an al-Karim beserta tafsir singkat dan aplikatif yang menjadi pedoman hidup dan kunci kebahagiaan. Mari kita sinari hari-hari di bulan Ramadhan dengan Kalam Ilahi.

Hujjatul Islam wal Muslimin Abbas Asyja' Isfahani.

Bismillahirahmanirrahim.

Allah berfirman di dalam surat Al-Hujurat ayat 11:

یَا أَیُّهَا الَّذِینَ آمَنُوا لَا یَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَیٰ أَنْ یَکُونُوا خَیْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَیٰ أَنْ یَکُنَّ خَیْرًا مِنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَکُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِیمَانِ وَمَنْ لَمْ یَتُبْ فَأُولَٰئِکَ هُمُ الظَّالِمُونَ.

"Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim."(QS. Al-Hujurat: 11)

· Larangan Mengolok-olok dan Memberi Gelar yang Tidak Pantas

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. "Ayat 11 Surat Al-Hujurat" membahas topik penting, yaitu "mengolok-olok orang lain serta memberikan sebutan dan gelar buruk yang tidak pantas kepada individu atau kelompok sosial."

Ayat ini memiliki penerapan yang sangat penting dalam kehidupan kita masa kini. Meskipun semua ayat Al-Qur'an memiliki penerapan praktis dalam kehidupan, ayat ini secara khusus menunjuk pada perilaku-perilaku yang sayangnya sering kita jumpai di kalangan anak muda, putri, putra, maupun orang dewasa. Banyak orang melakukan kebiasaan dan perilaku buruk ini tanpa memperhatikan dampak merusaknya. Maka, Allah Swt berfirman dalam ayat ini: «یا أیها الذین آمنوا» ,"Wahai orang-orang yang beriman!", Seruan ini ditujukan kepada orang-orang beriman, mereka yang percaya kepada Islam. Kemudian Allah berfirman: "«لا یسخر قوم من قوم», "Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain." Ungkapan ini dengan tegas melarang segala bentuk ejekan terhadap berbagai suku bangsa, baik itu suku Lur, Kurdi, Turki, atau suku bangsa lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa mengolok-olok berbagai suku dan kelompok manusia dipandang tercela dan tidak terpuji dalam perspektif Al-Qur'an, serta tidak sesuai dengan "ruh iman".

Selanjutnya dalam ayat tersebut, Allah Swt menjelaskan alasan logis dilarangnya perbuatan mengolok-olok: «عسی أن یکونوا خیراً منهم», "(karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok)." Dengan kata lain, kaum yang diolok-olok mungkin memiliki sifat-sifat dan karakteristik terpuji yang tidak diketahui oleh para pengoloknya. Demikian pula hukum ini berlaku untuk perempuan: «ولا نساء من نساء», " dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain." Ayat ini secara tegas menegaskan bahwa mengolok-olok orang lain—baik secara individu, sosial, maupun antarsuku—merupakan perbuatan tercela yang merusak hubungan kemanusiaan, serta berpotensi menghancurkan persatuan dan solidaritas di kalangan umat Islam dan orang-orang beriman.

· Alih-alih Memberikan Gelar Buruk, Berikanlah Gelar yang Baik

Bagian lain dari ayat ini membahas tentang "mencari-cari kesalahan": «ولا تلمزوا أنفسکم», "dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri." Sayangnya, sebagian orang selalu berusaha mencari kesalahan dan kekurangan orang lain, menunggu untuk melihat siapa yang melakukan kesalahan agar mereka dapat mencelanya.

Perilaku ini bukan hanya termasuk dalam ghibah (menggunjing), tetapi juga merupakan bentuk mencela, dan memikul tanggung jawab sosial yang berat bagi pelakunya. Ketika berita tentang celaan itu sampai ke telinga orang yang bersangkutan, tentu hubungan positif yang sebelumnya terjalin akan hancur. Inilah perintah-perintah Al-Qur'an bagi mereka yang membacanya dan di bulan Ramadhan mengharapkan pahala dari Allah. Perlu diingat bahwa pahala Al-Qur'an tergantung pada pengamalan ayat-ayatnya.

Bagian lain dari ayat ini membahas tentang "pemberian gelar": «ولا تنابزوا بالألقاب», "dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk." Semua larangan yang disebutkan dalam ayat ini pada hakikatnya menganjurkan kita untuk melakukan kebalikannya. Artinya, alih-alih memberikan gelar yang buruk, berikanlah gelar yang baik kepada satu sama lain. Kemudian Allah berfirman: «بئس الاسم الفسوق بعد الإیمان», "Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman." Artinya, bagi seseorang yang beriman kepada Allah, Rasul, Islam, para Imam Maksum, dan Al-Qur'an, tidak pantas untuk menyematkan nama-nama dan gelar yang menunjukkan kefasikan, kefajiran, dan keburukan kepada orang lain.

Di akhir ayat disebutkan: «و من لم یتب فأولئک هم الظالمون», "dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim." Ini berarti bahwa jika seseorang bertaubat dari perilaku-perilaku tercela ini, Allah Swt akan menerima taubatnya. Namun, jika ia tidak bertaubat, ia termasuk ke dalam golongan orang-orang yang lalim. Dan kita tahu bahwa orang yang lalim sangat dicela dalam Al-Qur'an. Semoga dengan meninggalkan sifat-sifat buruk yang dilarang oleh Allah SWT dalam ayat ini, kita tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang zalim, dan dapat merasakan manfaat positif dari mengamalkan perintah-perintah Ilahi ini.

Tags

Your Comment

You are replying to: .
captcha